士兵中村辉夫(徒劳)的忠诚,尽管他在森太森林中生存了 29 年!

士兵中村辉夫(徒劳)的忠诚,尽管他在森林中生存了 29 年!


29年間もジャングルで戦い続けてきた植民地台湾の日本兵がこれほど卑劣に扱われるのであれば、日本は植民地である韓国や台湾に寛大になれるわけがない。


彼が日本政府から受け取ったのは、1945年から1953年までの「計算上の」金額だけで、その額はわずか6万8000円だった:68,000円は、2019年の為替レートで228ドルに相当する。

###

 1974 年 12 月 18 日,在北马鲁古省摩羅泰島的丛林中发现了一名第二次世界大战期间的日军士兵--中村輝夫(Teruo Nakamura),他坚贞不屈(不愿投降)长达 29 年之久

士兵中村辉夫(李光輝)(徒劳)的忠诚,尽管他在森太森林中生存了 29 年!

中村輝夫,日本政府却显得 "无动于衷"。毕竟,中村 "只是 "一个从殖民地来的新兵,所以他受到了不同的待遇。因此,没有专机飞往雅加达。也没有盛大的欢迎仪式。雅加达很安静。

自 1953 年起,日本政府已停止向从殖民地招募的日本士兵发放抚恤金!

根据这项法律,中村自 1953 年以来就没有领取过抚恤金。因此,当他于 1974 年 12 月 18 日在摩罗台被捕时,中村无权领取 1953-1974 年期间的任何抚恤金!

他只领取了 1945 年至 1953 年的 "计算 "金额,仅为 6.8 万日元: 6.8 万日元,按 2019 年汇率计算,相当于 227.59 美元。


兵士の中村輝夫(李光輝)は、兵隊の森で29年間生き延びてきたにもかかわらず、(無駄に)忠実である!


中村輝夫だが、日本政府は「無関心」に見えた。結局のところ、中村は植民地からの新兵「だけ」だったので、別格扱いされた。結果、ジャカルタ行きの特別機はなかった。盛大な歓迎式典もなかった。ジャカルタは静かだった。


1953年以来、日本政府は植民地から徴用された日本兵への年金の支給を停止していた!


この法律により、中村は1953年以来年金を受け取っていなかった。したがって、1974年12月18日にモロタイ島で逮捕されたとき、中村は1953年から1974年までの年金を受け取る権利はなかった!


彼が受け取ったのは、1945年から1953年までの「計算上の」金額だけで、その額はわずか6万8000円だった:68,000円は、2019年の為替レートで227.59ドルに相当する。


古纳万-维比索诺


- 2022 年 7 月 13 日,星期三 | 12:55 pm


雅加达, Tajuk24.com- 1974 年 12 月 18 日,在北马鲁古省莫罗台岛的丛林中发现了一名第二次世界大战期间的日军士兵--中村輝夫(Teruo Nakamura),他坚贞不屈(不愿投降)长达 29 年之久,令世人震惊!


试想一下,第二次世界大战在亚太地区的战争于 1945 年 9 月 2 日正式结束,但直到 1974 年 12 月 18 日,这名士兵仍然坚守在那里!29 年来,他独自一人在茂密的丛林中打游击,遇到什么吃什么!令人难以置信。

 

中村的藏身路线漫长而艰苦。上山下山 一圈20多公里,途经山洞、瀑布和河流。为了避免混乱,也为了在敌人来袭时标出自己的位置,中村在一块石头上用刺刀凿出了一张地图。

 

在志愿兵的心中,战争还在继续,所以无论如何都要活下去。

 

夜幕降临时,中村不能随便生火。火焰从远处就能看到。这很危险 所以中村经常换着睡,让敌人很难发现他的存在。


你无法想象中村是如何度过漫长而孤独的日子 独自一人生活在莫罗泰黑暗的原始荒野中的 真是令人毛骨悚然!

 

如果你看过汤姆-汉克主演的电影《远走高飞》(罗伯特-泽米吉斯,2000 年),他因为飞机失事而被困在太平洋的一个荒岛上,汤姆为了摆脱无聊的日子,和一个画着人脸的排球聊了好几天!

 

中村呢?29年!当然不长!

直到一天傍晚,一位带着狗进入森林的摩罗台居民揭开了这层面纱。"狗不停地叫,因为它感觉到有人在那里。

 

狗主人曾看到有人在河里解手,他确信那不是莫罗泰人,"莫罗泰土著导游 Muhis Eso 说。

 

该居民随后向最近的印尼武装部队军官报告了这一情况。他们进行了侦察。小路,是先前的河岸。人类或动物在森林中的生活习惯大致相同。晚上在河里洗澡。神秘人就是在河边被截获的。


中村的石刻地图,由森泰的导游 Muhlis Eso 发现。

 

中村没有做太多抵抗就被抓获,因为他把日本陆军的标准武器有阪99式步枪留在了藏身之处。

 

中村立即被送往雅加达接受体检,然后乘飞机返回台湾。为什么是台湾?而不是日本?

 

通过查询中村的个人资料发现,他并非来自日本。过去,大战正酣时,日本缺乏战争所需的人力,于是从包括台湾在内的殖民地招募年轻人。

 

中村輝夫是他的真名: 史尼育唔是台湾人,23 岁时加入志愿军,1943 年与其他约 500 名士兵一起驻扎在新竹。

 

1944 年 9 月 15 日,摩罗台遭到数百艘盟军战舰的猛烈炮击,随后又遭到约 57,000 名登陆部队的炮击。不到一个月,守卫该岛的日本士兵不是死亡、失踪就是投降,因此宣布摩罗台安全。中村辉男也被宣布死亡,尽管事实上他还活着!


中村的归来揭示了一个事实--可以说是日本的一个耻辱--国际社会也看到了这一点。你看,即使战争已经结束,仍继续留在丛林中的日本士兵实际上不仅仅是中村。还有另外两个人。军衔

 

1972 年,当橫井庄一中士在关岛丛林中投降时,日本人民欢呼雀跃,像欢迎民族英雄一样欢迎他。同样,1974 年 3 月 11 日,小野田寬郎中尉在菲律宾卢邦岛投降时,日本人专门包租了一架喷气式飞机来接他!

 

在他们的祖国,两人都受到了大张旗鼓的欢迎,并获得了丰厚的补偿和抚恤金!

而对于中村輝夫,日本政府却显得 "无动于衷"。毕竟,中村 "只是 "一个从殖民地来的新兵,所以他受到了不同的待遇。因此,没有专机飞往雅加达。也没有盛大的欢迎仪式。雅加达很安静。

 

台湾政府在这件事上也举起了手,因为成为日本士兵是中村在战时的个人选择,而不是当时的国家政策。


后来又有人透露,自 1953 年起,日本政府已停止向从殖民地招募的日本士兵发放抚恤金!
 
根据这项法律,中村自 1953 年以来就没有领取过抚恤金。因此,当他于 1974 年 12 月 18 日在摩罗台被捕时,中村无权领取 1953-1974 年期间的任何抚恤金!
 
他只领取了 1945 年至 1953 年的 "计算 "金额,仅为 6.8 万日元: 6.8 万日元,按 2019 年汇率计算,相当于 227.59 美元或 1200 美元!(按 2019 年汇率计算,约合 2000 万卢比)。这简直是微不足道。与他在森林中 29 年的忠诚相比,这根本不算什么!
 
这笔钱在台湾引起了争论和愤怒。于是,公众和媒体动员起来,为中村筹集养老金。共筹得 425 万日元,相当于 1974 年的 14224.51 美元,或 2019 年的 7.5 万美元。

日本的政策成为当时台湾的讽刺笑话。
 
1979 年,中村因肺癌去世。可能是现代城市的污染空气让他感到压力过大!
回到荣誉和遣散费,中村辉夫的忠诚走到了痛苦的尽头!真遗憾。
古纳万-维比索诺




村莊石刻地圖



Kesetiaan (yang sia-sia) Prajurit Teruo Nakamura, Padahal Sudah Bertahan di Hutan Morotai Selama 29 Tahun!

Gunawan Wibisono

- Rabu, 13 Juli 2022 | 12:55 WIB


Jakarta, Tajuk24.com- Pada 18 Desember 1974 dunia dikejutkan dengan ditemukannya –Teruo Nakamura- prajurit AD Jepang semasa Perang Dunia Kedua yang tetap setia bertahan 29 tahun, (tidak mau menyerah), di belantara Pulau Morotai, propinsi Maluku Utara!

Bayangkan, PD Kedua di Asia-Pasifik secara resmi telah berakhir 2 September 1945 tetapi sampai 18 Desember 1974, prajurit ini tetap bertahan! Itu angka 29 tahun bergerilya sendirian di hutan lebat dengan memakan apa saja yang ia jumpai! Luar biasa.
 
Rute persembunyian Nakamura panjang dan melelahkan. Naik turun bukit. Melingkar-lingkar lebih dari 20 km, melewati gua, air terjun dan sungai. Supaya tidak bingung, sekaligus ia bisa memetakan posisinya bila musuhnya datang, Nakamura membuat peta di atas batu yang ia pahat memakai bayonet.
 
Dalam bayangan prajurit sukarela itu perang masih berlangsung jadi ia harus terus bertahan, apapun keadaannya.
 
Bila malam tiba, Nakamura tak bisa membuat api sembarangan. Nyalanya akan terlihat dari jauh. Dan itu sangat berbahaya! Karenanya Nakamura kerap berpindah tidur, supaya musuh sulit mendeteksi keberadaannya.

Tidak usah dibayangkan bagaimana Nakamura mengusir hari-harinya yang panjang dan sepi dengan hidup seorang diri di belantara Morotai yang masih gelap dan perawan. Sungguh menyeramkan!
 
Bila Anda nonton film ‘Cast Away’ (Robert Zemeckis- thn 2000) yang dibintangi oleh Tom Hank, yang terdampar di sebuah pulau terpencil di samudera Pasifik karena pesawatnya jatuh, Tom sempat berbicara berhari-hari dengan sebuah bola voli, yang dilukis wajah manusia, itu upaya untuk mengusir hari-harinya yang membosankan!
 
Bagaimana dengan Nakamura? 29 tahun! Tentu bukan waktu yang sebentar!
Sampai suatu petang, seorang penduduk Morotai yang membawa anjing ke hutan, berhasil membuka tabir. “Anjing nya terus menyalak, karena mencium kehadiran seseorang.
 
Si pemilik sempat melihat sekelebat manusia yang tengah buang air di sungai dan ia yakin itu bukan penduduk asli Morotai” ungkap Muhis Eso, seorang pemandu wisata asli Morotai.
 
Si penduduk lalu melapor pada petugas TNI-AU terdekat. Pengintaian pun dilakukan. Jalurnya, ya tepi sungai tadi. Manusia atau binatang, bila di dalam hutan, memiliki kebiasaan yang kurang lebih sama. Mandi di sungai bila malam menjelang. Di sungailah si manusia misterius itu dicegat.

Peta nakamura yang diukir di batu, ditemukan oleh Muhlis Eso, pemandu wisata di Morotai
 
 
Tanpa perlawanan berarti Nakamura pun berhasil ditangkap, karena ia meninggalkan senapannya Arisaka Tipe 99, senjata standar AD Jepang, di tempat persembunyiannya.
 
Nakamura segera dibawa ke Jakarta untuk diperiksa kesehatannya, lalu, ia diterbangkan kembali ke Taiwan. Lho, kok, Taiwan? Bukannya ke Jepang?
 
Dari penelusuran data diri Nakamura kemudian terungkap bahwa ia sebetulnya bukan asli Jepang. Dahulu, saat perang besar berkecamuk, Jepang kekurang tenaga untuk perang, maka Jeoang pun merekrut para pemuda dari daerah jajahan, termasuk dari Taiwan.
 
Nakamura nama aslinya: Attun Pallalin. berdarah suku Ami, asli Taiwan, bergabung sebagai tentara sukarela di usia 23 tahun dan ditempatkan di Morotai tahun 1943, bersama kurang lebih 500 prajurit lainnya.
 
Tanggal 15 September 1944 Morotai digempur habis-habisan oleh ratusan kapal perang Sekutu, pulau itu lalu digelontor kurang lebih 57.000 pasukan pendarat. Dalam satu bulan, Morotai dinyatakan aman sebab tentara Jepang yang menjaga pulau sudah tewas, hilang atau menyerah. Nah, Teruo Nakamura juga dinyatakan tewas, meski kenyataannya masih hidup!

Dengan kembalinya Nakamura lalu, terungkaplah fakta –yang bisa dikatakan memalukan bagi Jepang- dan itu terlihat oleh dunia Internasional. Begini, prajurit Jepang yang masih terus bertahan di hutan meski perang telah lewat, sebetulnya bukan hanya Nakamura saja. Ada dua lainnya. Berpangkat.
 
Saat Sersan Shoichi Yokoi, menyerah di hutan pulau Guam tahun 1972 rakyat Jepang bersorak dan menyambutnya bak pahlawan nasional. Begitu juga ketika Letnan Hiroo Onoda, menyerah di Pulau Lubang, Filipina, 11 Maret 1974, pihak Jepang secara khusus mencarter pesawat jet untuk menjemputnya!
 
Di tanah air, keduanya disambut gegap gempita dan mendapatkan kompensasi dan hak pensiun yang jumlahnya sangat besar!
Nah, tiba giliran Teruo Nakamura, pemerintah Jepang seperti ‘lemah lesu’. Bagaimanapun Nakamura “hanya” prajurit rekrutan dari daerah jajahan, perlakuannya beda. Maka, tak ada pesawat khusus yang terbang ke Jakarta. Juga tak ada penyambutan besar-besaran. Sepi.
 
Pihak pemerintah Taiwan pun angkat tangan dalam kasus ini, karena menjadi seorang prajurit Jepang adalah pilihan pribadi Nakamura di masa perang, bukan kebijakan negara saat itu.

Lalu, terungkaplah fakta susulan: bahwa ternyata sejak tahun 1953, pemerintah Jepang telah menyetop pemberian pensiun bagi tentara Jepang yang direkrut dari daerah jajahan!
 
Dengan UU ini maka Nakamura praktis tidak menerima uang pensiun sejak tahun 1953. Jadi saat ia ditangkap di Morotai 18 Desember 1974, Nakamura tak berhak atas uang pensiun dari 1953-1974!
 
Ia hanya menerima “perhitungan” sejak 1945 sampai dengan 1953, yang jumlahnya hanya: 68.000 yen, atau setara $227, 59 atau senilai 1.200 dollar Amerika kurs tahun 2019! (itu sama saja sekitar 20 juta rupiah nilai di tahun 2019). Kecil sekali. Tak sebanding dengan kesetiaanya yang bertahan di hutan selama 29 tahun!
 
Jumlah ini menimbulkan polemik sekaligus kegusaran di Taiwan. Maka, masyarakat dan pers ramai-ramai menggalang Dana Sumbangan Pensiun bagi Nakamura. Terkumpulah uang sebesar 4.250.000 Yen, setara 14.224, 51 dollar Amerika di tahun 1974, atau senilai, 75.000 dollar Amerika di tahun 2019! (setara 1,1 milyar)

Kebijakan Jepang menjadi bahan lelucon satir di Taiwan saat itu.
 
Nakamura meninggal tahun 1979, karena kanker paru-paru. Bisa jadi ia stress dengan suasana kota modern yang penuh polusi!
Kembali ke soal penghargaan dan uang pesangon, kesetiaan Teruo Nakamura ternyata berakhir getir! Kasihan.

留言

這個網誌中的熱門文章

北越故事:童年、從軍、戰場、戰後、晚年【平民眼中的戰爭:從香蕉湯到尿袋人生】

投稿:戰爭不是劇本:從香蕉湯到尿袋人生