PKI为重建实力所做的努力(1)。Kritik Oto Kritik(Tri Panji Partai)[1] 。

 PKI为重建实力所做的努力(1)。Kritik Oto Kritik(Tri Panji Partai)[1] 。

https://g30s-pki.com/upaya-pki-untuk-membangun-kekuatan-kembali-1-kritik-oto-kritik-tri-panji-partai/


1965年10月初,由于意识到夺取印度尼西亚共和国政府的计划失败,包括D.N. Aidit、M.H. Lukman、Njoto等在内的PKI领导人从Halim Perdanakusuma(雅加达)散去。卢克曼、恩约托等人分散离开Halim Perdanakusuma(雅加达),而G30S/PKI的支持者则撤退到Pondok Gede,然后停止抵抗。D.N. Aidit觉得留在雅加达不安全,于是撤到了中爪哇。M.H.也是如此。卢克曼,而恩约托则去了苏门答腊。随着这些PKI领导人的消失,苏迪曼作为PKI中央委员会秘书处的负责人,同时也是政治局委员,成为PKI中央委员会中最资深的PKI领导人。


根据1966年3月12日第1/3/1966号总统令,PKI及其组织被宣布为被禁组织。尽管PKI的领导层知道这个法令,但他们继续开展活动,他们认为这意味着PKI还没有解散。他们仍然认为自己是PKI的领导。


苏迪曼作为政治局CC PKI的日常委员会成员,通过信使与其他PKI领导人保持联系。他与仍在首都的PKI干部以及来自各地区的PKI干部举行秘密会议。同样,他与D.N. Aidit的关系也是通过信使维持的。作为高级领导人,他担任了雅加达的PKI CC的负责人。


1966年5月,苏迪曼为庆祝1966年5月23日印尼共产党成立周年,发表了《印尼共产党声明》,其中规定:"印尼共产党的工作现在集中在党组织的重组上。


随着雅加达PKI的CDR(Comite Djakarta Raya)主席Njono的被捕,苏迪曼命令Suyono Pradigdo协助Sukadi(雅加达PKI的副书记)领导和重建雅加达的PKI。他作出了以下指示。


团体的组织应努力并引导到三人团体制度。

不应阻止那些因政治形势和生活需要而不能再在雅加达工作的同志离开雅加达。

对仍能工作的重要干部,应鼓励他们找到稳定的住处,通过做工或做小买卖 "独立 "解决困难"[3]。

苏迪曼、苏约诺-普拉迪格多和苏卡迪在雅加达举行了六次会议,地点分别是蒂塔亚萨街、马拉巴尔街、塔曼-克本-西里赫、西布兰街和托芒。这些会议主要讨论了与重建公投会有关的事项、总体情况、将公投会从清洗行动中解救出来的方法、重新回到工人中间的努力以及组建团体的问题。结果,成立了30个小组:14个在AURI内部,6个在KKO内部,6个在Ditkes内部,其他的则分散在各个街区。


除了黑暗会议之外,在雅加达Kayuawet Rawasari的一所房子里,也就是新的非法PKI总部,苏迪曼与苏卡特诺和雷旺一起,于1966年9月成功地以《Kritik Oto Kritik》(KOK)和《Tri Panji Partai》的形式汇编了一个新的苏迪曼概念。[4] 这个概念在较短时间内通过他们的信使成功传播到印度尼西亚各地。Kritik Oto Kritik(KOK)还在1966年的第9期 "Mimbar Rakjat "上发表和传播[5]。


根据马克思列宁主义追随者的说法,Kritik Oto Kritik是共产党人按照列宁的教诲一直在进行的传统。从本质上讲,共产党总是纠正错误,调查原因,讨论改进方法。


据库克说,G30S的经验表明,1951年当选并通过1959年第六次代表大会的结果再次当选的政治局未能履行其职责。政治局从未进行过纠正(就像穆索在1948年所做的那样),甚至歪曲了马克思主义和列宁主义,这导致PKI未能实现其目标。穆索曾在1948年以 "新路 "概念的名义组织了Oto Kritik。他被认为成功地统一和改善了PKI自1945年《独立宣言》以来的斗争方向。穆索也被认为是为PKI找到了一条成为印尼工人阶级先锋队的出路。


诞生于G30S/PKI之后的KOK文件,被PKI认为是诚实和客观的。CC PKI的政治局(苏迪曼)严厉批评了1951年至1965年期间机会主义者和修正主义者在意识形态、政治和组织领域的错误(这里指的是艾迪特领导的PKI)。他们错误的核心是没有坚持马克思列宁主义关于革命夺取政权和以武力进行革命的原则。这方面的高潮是PKI领导层的政策,即把失败的运动的命运交给苏加诺总统决定。


随后,KOK为PKI制定了一个新的战略概念,主张使用毛泽东提出的概念,即革命战争。据他们说,这在印尼是很有可能的。印尼的环境足以实施这一概念,因为那里的情况与中国没有多大区别。毛泽东领导的中国共产党(CCP)成功地利用了农民。中国的农民力量被当作群众运动来利用,村庄被当作叛乱或革命的基地。这与马克思列宁主义学说不同,马克思列宁主义学说确定工人是任何地方的共产主义革命的主要力量。然而,毛泽东成功地证明了他利用农民作为革命力量的要素来建立中国共产党的理论的真实性,并成功地在1949年10月1日建立了中华人民共和国的国家。


为此,Politbira CC PKI认为有必要编制一份完整的分析报告,供PKI的其余成员研究,以防止重蹈覆辙,重蹈覆辙。通过在意识形态、政治和组织领域开展Oto Kritik,目的是重建PKI,让印尼马克思主义者和列宁主义者把注意力放在为农民武装土地革命创造条件上,用反封建的土地革命唤醒、组织和动员农民。


G30S/PKI不应被视为一场革命,因为革命本质上是以武装力量夺取国家政权,权力轴心在PKI领导下的工人和农民。相反,所发生的是模仿资产阶级方法的军事阿文图里主义。革命本应建立在人民革命觉醒的高峰之上,而敌人却处于虚弱的高峰。G 30S/PKI的执行情况恰恰相反。它不是以人民群众的力量为基础,而只是由某些阴谋家进行的。G30S不是在成熟并准备拿起武器的人民的革命觉醒的基础上进行的,而是在敌人在所有领域都巩固和强大的情况下进行的。根据KOK的说法,G30S造成了巨大的损失,是PKI历史上最大的一次。


苏迪曼和他的同志们写的这份《KOK》,特别是关于对G30S的批评,对我们来说是最重要的文件,因为它直接是PKI的承认,证明了PKI是夺取政权的主谋。我们在此简单介绍一下KOK的主要内容。


Upaya PKI untuk Membangun Kekuatan Kembali (1): Kritik Oto Kritik (Tri Panji Partai)[1]

Menyadari kegagalan rencananya merebut pemerintahan Republik Indonesia sejak awal Oktober 1965, tokoh-tokoh PKI antara lain D.N. Aidit, M.H. Lukman, Njoto dan lain­-lain berpencar meninggalkan Halim Perdanakusuma (Jakarta), sedangkan pasukan pendukung G30S/PKI mengundurkan diri ke Pondok Gede dan kemudian menghentikan perlawanannya. D.N. Aidit yang merasa kurang aman untuk tetap tinggal di Jakarta, menyingkir ke Jawa Tengah. Begitu pula M.H. Lukman, sedangkan Njoto pergi ke Sumatra. Dengan menghilangnya tokoh-tokoh PKI tersebut, Sudisman selaku Kepala Sekretariat Central Comite PKI, yang juga merupakan anggota Politbiro, merupakan pimpinan PKI yang paling senior dalam CC PKI.

Dengan Keputusan Presiden No. 1/3/1966 tanggal 12 Maret 1966 PKI beserta ormas-ormasnya dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Walaupun pimpinan PKI mengetahui tentang keputusan pembubaran tersebut, mereka tetap melaksanakan aktivitas­-aktivitasnya, yang menurut anggapan mereka PKI belum bubar. Mereka masih menganggap dirinya sebagai pimpinan PKI.

Sudisman, sebagai seorang dari anggota Dewan Harian Politbiro CC PKI tetap mengadakan kontak dengan pimpinan PKI lainnya melalui kurir. Ia mengadakan rapat-rapat gelap dengan kader-kader PKI yang masih berada di Ibukota, juga dengan kader-kader PKI yang datang dari daerah. Demikian pula hubungannya dengan D.N. Aidit dipelihara melalui kurir-kurir. Sebagai pimpinan senior ia bertindak sebagai pimpinan CC PKI di Jakarta.

Pada bulan Mei 1966, Sudisman mengeluarkan Statemen Partai Komunis Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PKI tanggal 23 Mei 1966 yang antara lain menetapkan bahwa “Pekerjaan Partai Komunis Indonesia sekarang dititik beratkan pada penyusunan kembali Organisasi Partai “.[2]

Dengan ditangkapnya Njono Ketua CDR (Comite Djakarta Raya) PKI Jakarta, Sudisman memerintahkan Suyono Pradigdo untuk membantu Sukadi (Wakil Sekretaris PKI Jakarta Raya) memimpin dan membangun Kembali PKI di Jakarta. Ia memberi petunjuk-petunjuk sebagai berikut :

  • Penyusunan grup-grup supaya diusahakan dan diarahkan kepada sistem grup tiga orang.
  • Kawan-kawan yang tidak sanggup lagi bekerja di Jakarta karena keadaan politik dan untuk penghidupan jangan dicegah, jika berniat meninggalkan Jakarta.
  • Supaya diusahakan agar kader-kader penting yang masih sempat dan bisa bekerja dan dapat mempunyai tempat yang mantap dan dapat memecahkan kesulitan hidupnya secara “berdikari” dengan bekerja sebagai buruh atau berdagang kecil- kecilan.[3]

Pertemuan atau rapat-rapat gelap di Jakarta antara Sudisman, Suyono Pradigdo, dan Sukadi dilakukan sebanyak enam kali yaitu di jalan Tirtayasa, jalan Malabar, Taman Kebun Sirih, jalan Cibulan dan Tomang. Dalam rapat-rapat tersebut dibicarakan antara lain hal-hal yang menyangkut Pembangunan Kembali PKI, situasi umum, cara­-cara penyelamatan dari operasi-operasi pembersihan, usaha untuk berada kembali ditengah-tengah kaum buruh, dan pembentukan grup-grup. Sebagai pelaksanaannya kemudian dibentuk 30 grup yaitu di lingkungan AURI 14, di lingkungan KKO 6, di lingkungan Ditkes 6, dan yang lainnya tersebar di berbagai lingkungan.


Selain rapat-rapat gelap, bertempat di sebuah rumah di Kayuawet Rawasari Jakarta, yang merupakan markas baru PKI illegal, Sudisman bersama Sukatno dan Rewang, pada bulan September 1966 berhasil menyusun suatu konsepsi Sudisman yang baru berupa “Kritik Oto Kritik” (KOK) dan “Tri Panji Partai”.[4] Konsepsi ini berhasil disebarkan dalam waktu yang relatif singkat ke seluruh Indonesia melalui kurir-kurir mereka. Kritik Oto Kritik (KOK) tersebut dimuat dan disebarluaskan juga dalam “Mimbar Rakjat” ke-9 tahun 1966.[5]

Kritik Oto Kritik menurut pengikut Marxis- Leninis adalah tradisi yang senantiasa dilakukan oleh komunis sesuai dengan ajaran Lenin. Intinya Partai Komunis senantiasa mengadakan koreksi terhadap kesalahan – kesalahan, menyelidiki sebab-sebabnya dan mendiskusikan cara-cara untuk memperbaiki.

Menurut KOK, pengalaman G30S menunjukkan bahwa Politbiro yang dipilih tahun 1951 dan terpilih kembali melalui hasil Kongres VI tahun 1959, telah gagal melaksanakan tugasnya. Politbiro tidak pernah melakukan koreksi (seperti yang dilakukan oleh Musso tahun 1948), bahkan Politbiro telah menyelewengkan Marxisme­ Leninisme yang akibatnya PKI gagal dalam mencapai tujuannya. Musso pernah mengadakan Kritik Oto Kritik dengan nama konsepsi “Jalan Baru” tahun 1948. Ia dianggap berhasil mempersatukan dan memperbaiki arah jalan perjuangan PKI sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945. Musso juga dianggap menemukan jalan ke luar bagi PKI untuk menjadi pelopor klas buruh Indonesia.

Dokumen KOK yang lahir setelah G30S/PKI itu menurut kalangan PKI dinilai jujur dan obyektif. Politbiro CC PKI (Sudisman) mengkritik sekeras-kerasnya kesalahan oportunis dan revisionis dalam bidang ideologi, politik dan organisasi (dalam hal ini PKI pimpinan Aidit) selama masa 1951 sampai dengan 1965. Inti kesalahannya adalah mereka tidak menjalankan prinsip-­prinsip Marxisme- Leninisme tentang revolusi perebutan kekuasaan dan revolusi yang dilakukan dengan kekuatan senjata. Sebagai puncak kesalahannya adalah kebijaksanaan pimpinan PKI yang menyerahkan nasib dan gerakan yang gagal itu kepada kebijaksanaan Presiden Sukarno.

Selanjutnya KOK merumuskan konsep strategi baru PKI yang menganjurkan digunakannya konsep yang di kembangkan oleh Mao Ze Dong yaitu perang Revolusioner. Hal itu menurut mereka sangat mungkin dilaksanakan di Indonesia. Lingkungan Indonesia memadai untuk penerapannya karena situasinya tidak jauh berbeda dengan Cina. Partai Komunis Cina (PKC) di bawah pimpinan Mao Ze Dong berhasil memperalat petani. Kekuatan petani di Cina dimanfaatkan sebagai gerakan massa dan desa sebagai basis pemberontakan atau revolusi. Hal ini berbeda dengan ajaran Marxis- Leninis yang menentukan kaum buruh sebagai kekuatan pokok revolusi dalam setiap revolusi komunis di manapun. Namun Mao berhasil membuktikan kebenaran teorinya membangun PKC dengan menggunakan petani sebagai unsur kekuatan revolusi dan berhasil mendirikan negara Republik Rakyat Cina pada tanggal 1 Oktober 1949.

Karena itulah Politbira CC PKI memandang perlu menyusun analisa lengkap agar dipelajari oleh sisa-sisa anggota PKI untuk mencegah terulangnya kelemahan-kelemahan dan kesalahan­-kesalahan yang sama. Dengan melakukan Kritik Oto Kritik dalam bidang ideologi, politik dan organisasi, tujuannya adalah untuk membangun kembali PKI dan agar kaum Marxis- Leninis Indonesia mengarahkan perhatian untuk menciptakan persyaratan revolusi agraria kaum tani bersenjata dengan membangkitkan, mengorganisasi, dan memobilisasi kaum tani dengan revolusi agraria yang anti feodal.

G30S/PKI, bukan dianggap sebagai suatu revolusi karena suatu revolusi hakekatnya adalah merebut kekuasaan negara dengan kekuatan bersenjata, dengan poras kekuatan pada kaum buruh dan tani di bawah pimpinan PKI. Sementara yang terjadi hanyalah avonturisme militer yang meniru cara-cara borjuis. Revolusi seharusnya berdasarkan pada puncak kebangkitan revolusioner dari rakyat dan musuh sedang dalam puncak kelemahannya. Sedangkan G 30S/PKI dilaksanakan justru sebaliknya. Karena tidak didasarkan atas kekuatan massa rakyat tetapi dilaksanakan hanya oleh komplotan tertentu saja. G30S dilaksanakan tidak berdasar pada kebangkitan revolusioner rakyat yang matang dan siap mengangkat senjata, tetapi dilakukan ketika musuh sedang dalam keadaan terkonsolidasi dan kuat dalam segala bidang. G30S menurut KOK telah mengakibatkan kerusakan yang luar biasa dan terbesar dalam sejarah PKI.

KOK yang ditulis Sudisman dan kawan-kawannya ini, khusus mengenai kritik terhadap G30S, bagi kita merupakan dokumen terpenting karena secara langsung merupakan pengakuan PKI dan bukti bahwa PKI adalah dalang perebutan kekuasaan tersebut. Secara singkat dijelaskan di sini inti pokok isi KOK.

留言

這個網誌中的熱門文章

北越故事:童年、從軍、戰場、戰後、晚年【平民眼中的戰爭:從香蕉湯到尿袋人生】

投稿:戰爭不是劇本:從香蕉湯到尿袋人生