就这本书的主题而言,值得一问。只改变统治者皮肤颜色的民族主义有什么意义?
例如,IFM Salim的回忆录《在Digul的十五年》
和
Oey Tiang Tjoei的《我们的流亡经历》,以及
Nio Joe Lan作为日本政治犯在日本监狱和Kho An Kim法西斯监狱的经历。将他们的著作与陈的经历并列,至少可以得出一个结论:对政治对手的残忍与统治者的肤色无关--荷兰人、日本人和印尼同胞的虐待狂也不例外。l
就这本书的主题而言,值得一问。只改变统治者皮肤颜色的民族主义有什么意义?
misalnya memoir IFM Salim Lima Belas Tahun Digul
dan
Oey Tiang Tjoei Pengalaman Kita Dalem Pengasingan sebagai tapol Belanda,
dan
tulisan pengalaman Nio Joe Lan Dalem Tawanan Djepang
dan
Kho An Kim
Pendjara Fasis
sebagai tapol Jepang.
Menyandingkan tulisan mereka dengan pengalaman Tan, paling tidak satu kesimpulan bisa ditarik: bahwa kekejaman pada lawan politik tidak ada hubungannya dengan warna kulit si penguasa – Belanda, Jepang, dan sesama Indonesia tidak kalah sadisnya.
Sehubungan dengan tema buku ini, patut dipertanyakan: Lantas apa guna nasionalisme yang hanya mengganti warna kulit sang penguasa?
留言
張貼留言